babeoke.com
Blog.Portal.Forum
Search
Online Support
iklan Populer
- Polisport Body Armor Integral Protector (1392)
- Helm Oneal 7series (1259)
- Automatic MERCEDES MENS WATCH (1251)
- Cohiba Extra Vigoroso (1046)
- GERBER TACTICAL FLASH LIGHT TX3.0 (1032)
- 1968 HURST HEMI BARRACUDA scale 1:18 (1024)
- Renthal Fatbar Racing Handlebar (963)
Advertise
Beranda » Politik » Naik dan Jatuhnya Sang "Guru Bangsa"
Jumat, 01 Januari 2010 - 09:45:33 WIB Naik dan Jatuhnya Sang "Guru Bangsa" Diposting oleh : Administrator Kategori: Politik - Dibaca: 575 kali Awal Tahun 2010 bangsa Indonesia, diawali dengan wafatnya sang "Guru Bangsa" mantan Presiden Republik Indonesia yang ke-4 Abdurrahman Wahid, yang sering kita kenal dengan nama panggilan Gus Dur. Dalam kepemimpinan yang singkat ini, Gus Dur telah memberikan torehan sejarah bagi bangsa Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya. Berikut sejarah singkat naik dan jatuhnya Gus Dur sebagai pemimpin no 1 negeri ini seperti yang dikutip dari indonesiamedia.com : Juli -Krisis ekonomi melanda Asia, menggoncangkan social dan politik yang mengakibatkan kerusuhan di Indonesia. 1998 10 Maret-Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), lembaga Legislatif tertinggi, dengan suara bulat mendukung Suharto sebagai presiden untuk yang ketujuh kali, memicu adanya pemrotesan. Mei -Harga bahan bakar melonjak tinggi mengakibatkan semakin meluasnya demo dan kerusuhan yang mengakibatkan lebih dari 1.000 orang meninggal di Jakarta. 21 Mei -Dihadapan kekacauan sosial, Suharto behenti sebagai presiden setelah 32 tahun memerintah dan menyerahkan kekuasaanya kepada Wakil president B.J. Habibie. 1999 Juni -Pada Pemilu, Megawati Sukarnoputri dari Partai Demokratik Indonesia- Perjuangan (PDI-P) memenangkan sepertiga kursi di parlemen, tampil sebagai partai dengan dukungan terbesar. 20 Oktober-Abdurrahman Wahid mendapatkan jabatan kepresidenan atas keahlian Poros Tengah (Amien Rais), dengan kompromi Golkar (Akbar Tanjung), serta PPP. Ketidak puasan pendukung Mega memicu aksi demo dimana mana. 21 Oktober -Megawati terpilih sebagai wakil presiden. Semula Mega tidak mau terima jabatan hanya sebagai wapres, namun Kyai Ciganjur berhasil membujuknya untuk menerima. 26 Oktober -Pembentukan kabinet Baru. Jenderal Wiranto yang kontrofersial saat itu digeser dari Panglima TNI yang menguasai pasukan, menjadi Menkopolsoskam. Pengendalian kekuatan TNI beralih dari AD, kepada panglima AL . 26 Nopember -Menteri senior Hamzah Haz dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sebagai partai ketiga terbesar, yang pernah menaikan Gus Dur ke jenjang presiden, mengundurkan diri dari kabinet. 2000 14 Feb -Wahid mengeluarkan Wiranto dari kabinet. 24 April -Wahid memberhentikan dua menteri penting, Laksamana Sukardi sebagai menteri BUMN dari PDI-P, Partai Megawati, dan Yusuf Kalla dari Partai Golkar. Perubahan ini mengakibatkan kemarahan kedua partai. 25 Mei -Wahid memerintahkan penangkapan terhadap tukang pijatnya Suwondo yang menggunakan nama presiden secara illegal untuk mendapatkan 35 milyar rupiah, sekitar 4 juta US dollar, dari dana Bulog. 7 Agustus -Wahid membuat pidato pertanggungjawabannya pada Sidang MPR Tahunan yang disambut dingin oleh anggota dewan. 9 Agustus -Gus Dur, memberikan tugas kepada Megawati untuk menjalankan pemerintah harian. 24 Agustus -Wahid me-reshuffle kabinet, posisi strategis diberikan kepada orang-orang yang dekat dengannya dengan menyingkirkan orang orang PDI-P dan Golkar. 28 Agustus -MPR-DPR menyerang balik Gus Dur, dengan menyerukan investigasi terhadap skandal Bulog gate dan Brunei gate yang bernilai 2 Juta.USD. Ini adalah penyelidikan parlemen pertama di Indonesia yang melibatkan seorang presiden. 24 Desember -Belasan orang terbunuh pada malam Natal akibat pengeboman gereja-gereja dibeberapa tempat. 2001 Januari 22 -Wahid menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saat penyelidikan di MPR-DPR terhadap dua skandal Bulog gate dan Brunei Gate, serta menyangkal telah berbuat salah Januari 30 -Team khusus dari MPR-DPR pemeriksa kasus Bulog dan Brunei gate menyatakan, Wahid mungkin terlibat dalam skandal-skandal tersebut. 1 Februari -Parlemen mengeluarkan memorandum pertama kepada Wahid untuk menyelesaikan skandal-skandal tersebut. Ribuan pendemo yang anti Wahid berada dijalan-jalan dikota Jakarta meminta dia turun. Wahid tetap bersikeras. 6 Februari -Lebih dari 50.000 pendukung Wahid mengamuk di Jawa Timur. 28 Maret -Wahid menolak kecaman parlemen dalam sebuah jawaban resmi kepada dewan legislatif. Walaupun ia meminta maaf atas sikapnya yang sering dirasa aneh oleh lawannya, namun dia tetap menyatakan dirinya tidak berbuat kesalahan. 30 April -Memorandum kepada presiden Wahid diturunkan untuk kedua kalinya. 25 Mei -Wahid mengancam untuk pertama kalinya untuk mengeluarkan Dekrit dan mempercepat pemilihan umum , jika MPR menjadwalkan sidang istimewa (SI). 28 Mei -Jaksa Agung menyatakan Gus Dur bersih dan tidak terlibat skandal. 30 Mei -Wahid menangkis memorandum ke-2. 31 Mei -MPR menjadwalkan Sidang Istimewa untuk dimulai pada Agustus 1. Juni 1-Wahid mereshuffle kabinet lagi, mencopot Menko Polsoskam S.Bambang Yudhoyono dan menggantikannya dengan Agum Gumelar membuat dengan harapan Agum yang dekat dengan Megawati ini bisa menjembatani. 9 Juli -Wahid menyatakan 20 Juli sebagai batas akhir bagi lawannya untuk berkompromi (cabut SI), kalau tidak, Dekrit akan dikeluarkan. Abdurrahman Wahid juga memerintahkan Kapolri Bimantoro untuk mundur dan mengangkat Chaerudin sebagi Wakapolri yang menjalani tugas harian. Bimantoro mengadakan pembangkangan dengan tak mau menyerahkan tongkat komando. 13 Juli -Ketua MPR Amien Rais mengatakan dia akan mempercepat SI , bila Gus dur tetap mengancam dengan Dekrit. 22 Juli -Abdurrahman Wahid akhirnya mengeluarkan Dekrit, kendati militer sejak dari awal menasehati Gus Dur agar jangan keluarkan Dekrit. Isi dekrit yang dikeluarkan adalah sbb: 1) Pembekuan Parlemen (MPR-DPR) 2) Percepatan Pemilu selambatnya dalam 1 tahun 3) Pembubaran partai Golkar Pada dasarnya Dekrit ini dikeluarkan untuk menghentikan Sidang Istimewa, yang dimaksud untuk menurunkan presiden oleh MPR yang terpaut hanya beberapa jam saja. 23 Juli - MPR tetap melakukan SI dengan tanpa dihadiri oleh Gus Dur, kemudian dengan serta merta melantik Megawati Soekarnoputeri sebagai Presiden RI yang ke-5. |
| Share |
[ Kembali ]
Berita Terkait
- Facebooker Dukung Ungkap "Gurita Cikeas"
- Nge"Sex" Gratis Buat Peserta KTT Climate Change
- "Facebookers" Lawan Koruptor
- Parpol Dinilai Gagal Berperan Dalam Pemberatasan Korupsi
- Presiden Bentuk Tim Investigasi Kasus Bibit-Chandra
Isi Komentar :
Calender
| Mei, 2012 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||
Sekilas Info
Advertise
